Kamis, 18 September 2014

ThinkStation P300, Workstation Andal dengan Harga Terjangkau


Lenovo Indonesia, memperkenalkan jajaran perangkat Worksation teranyarnya bagi penguna bisnis, yang diklaim memiliki daya guna dan kinerja terbaik, tapi dengan harga yang terjangkau. Workstation entry level ini dibandrol mulai dari harga Rp 15 juta per unit.

Menurut Azis Wonosari, technical manager Lenovo Indonesia, untuk mendukung daya dan kinerja terbaik, Lenovo ThinkStation P300 dilengkapi dengan beberapa pilihan prosesor keluaran Intel seri terbaru, yaitu mulai dari  Intel Core i7 hingga Intel Xeon E3.

Selain itu, lanjut dia, ThinkStation P300 juga dilengkapi dengan memori error correcting code (ECC), yang secara drastis mengurangi kesalahan dan kehilangan data yang berhubungan dengan memeori. Selain itu workstation ini juga memiliki berbagai pilihan storage, mulai dari hard disk hingga solid state drive.

Pada ThinkStation P300 ini, menurut Azis, juga dilengkapi dengan modul Flex baru, yang memberikan pilihan pada pengguna untuk menambahkan hanya komponen yang mereka butuhkan.

“Flex modul ini memungkinkan pengguna untuk memilih sendiri komponen pendukung yang ingin dipasangnya. Modul ini mendukung kombinasi optical drive ultra-slim,  eSATA, firewire, atau card reader. Semuanya dapat dipesan sesuai kebutuhan pengguna,” jelas Aziz, saat memeberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (4/9).

Menurut dia, bagi pengguna yang menginginkan sebuah workstation dengan performa tinggi dalam menjalankan aplikasi 3D atau AutoCAD, ThinkStation P300 juga telah dilengkapi pilihan grafis Nvidia Quadro K600 dengan kapasitas memori 512 MB atau K4000 dengan memori sebesar 3 GB.

Dari segi tampilan, disbanding pendahulunya, ThinkStation P300 memeiliki desain yang lebih minimalis dan ringkas. Pegangan besar pada bagian depan atas casing yang ada pada produk sebelumnya ditiadakan, diganti dengan pegangan lebih simple, yang dinamakan red touch poin intuitif.  Sehingga selain dapat dibawa kemana-mana, workstation ini juga lebih mudah dalam meletakannya.

Menurut Azis, ThinkStation P300 ini sangat cocok diaplikasikan pada industri yang menjalankan beban pekerjaan secara terus menerus selama 24 jam, terutama yang menjalankan aplikasi sangat spesifik dan berkinerja tinggi, serta membutuhkan kecepatan dan akurasi tinggi pula.

“Perangkat ini cocok diaplikasikan pada industry minyak dan gas, media dan hiburan, arsitektur, keuangan, kedokteran dan sains yang memang membutuhkan workststion berkinerja tinggi untuk pemakaian secara penuh 24 jam, tanpa ada masalah sama sekali,” pungkasnya.

ThinkPad 10, Tablet Multiguna Buat Pebisnis



JAKARTA, itech – Lenovo Indonesia kembali membuat gebrakan. Setelah sebelumnya menghadirkan rangkaian PC desktop yang dikhususkan bagi para maniak game, Lenovo, kali ini memperkenalkan Tablet ThinkPad 10, sebuah tablet yang bukan hanya dapat difungsikan sebagai tablet, tapi juga sebagai PC, stand mode dan laptop atau notebook.
 
Sesuai dengan namanya ThinkPad 10, tablet anyar Lenovo ini dibekali dengan layar 10 inci full HD yang dibalut dengan teknologi Gorila Glass. Selain itu, walaupun ukurannya kecil, tapi kalau bicara kinerja dan kecepatan, tablet ini memiliki kemampuan setara PC ataupun laptop.

Sebab, ThinkPad 10 telah dibekali dengan prosesor Intel Atom Z3795 Quad Core seri terbaru dari Intel. Sementara untuk sistem operasi, tablet ini dilengkapi dengan Windows 8.1 dan Windows 8.1 Pro yang mencakup dukungan 64 bit.

Sementara untuk penyimpanan internal, menurut Aziz Wonosari, technical manager Lenovo Indonesia, ThinkPad 10 dibekali dengan storage 84 GB yang dapat ditingkatkan (upgrade) hingga mencapai 128 GB.

Bukan sekedar itu, tablet teranyar Lenovo yang juga dibekali koneksi nirkabel 3G dan 4G LTE ini juga dibekali dengan baterai  33 WHr Li Polymer yang mampu bertahan selama 10 jam. Untuk kamera, pada bagian belakang mengusung kamera 8 MP (HD1080p) dengan auto focus dan flas. Sedang bagian depan menggunakan lensa 2 MP (HD 1080p).

Dengan kemampuan dan fungsinya yang bisa bermacam-macam, lanjut Azis, maka tablet ini sangat cocok digunakan oleh kalangan bisnis. “Para pebisnis di Indonesia yang seringkali sangat mobile, tentunya menginginkan perangkat yang bukan hanya serbaguna, tapi juga sangat mendukung produktivitas meraka,” terang Aziz.

Untuk pasar dalam negeri, ThinkPad 10 Lenovo versi standar ( tanpa akseris tambahan seperti docking, ultrabook keyboar, tablet dock, digizer pen dan quickshot cover) ditawarkan dengan harga US$ 799 atau sekitar Rp 9,5 juta.

Rabu, 17 September 2014

Lenovo Perkenalkan Jajaran PC Teranyar untuk Pecinta Game


JAKARTA, itech – Manjakan para penikmat game, Lenovo Indonesia hadirkan rangkaian produk komputer desktop teranyarnya, yang diklaim sangat pas untuk aplikasi game PC. Baik game-game ringan maupun yang memerlukan performa komputasi tinggi
.
Mengusung tema bertajuk “Lenovo Digital Playground”, Lenovo Indonesia memperkenalkan 4 produk anyarnya, yaitu desktop All in One (AiO) Lenovo N300 yang berbasis sistem operasi android, Lenovo FLEX 20 dan FLEX2 14, serta Lenovo Y50 dan Y70.

Menurut Julius Thjin, product manager for consumer desktop Lenovo Indonesia, jajaran produk PC Lenovo terbaru ini telah dilengkapi dengan prosesor Intel Core generasi terbaru, yaitu generasi ke-4. “Kelebihan utama prosesor Intel terbaru ini adalah pada performa komputasi yang cepat dan multitasking. Ini tentu akan memberikan kepuasan tersendiri bagi konsumen,” papar Julius dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (9/9).

Desktop Lenovo N300 merupakan produk PC pertama yang sudah dilengkapi dengan baterai di dalammnya. Sehingga tampilannya seperti tablet berukuran raksasa, karena mengusung layar multitouch 19,5 inci HD+.

“Karena berbasis android, maka PC ini juga dapat memaikan game-game android, baik melaui Google Playstore atau yang lainnya. Baik dilakukan sediri, maupun bersama teman,” jelas Julius.

Lenovo N300 juga dilengkapi dengan 500 GB Hard Disk Drive dan RAM 2 GB, yang dapat di-upgrate sesuai kebutuhan pengguna. Sehingga menjadikan tablet berukuran raksana ini memiliki kinerja lebih kuat, yang sama seperti PC pada umumnya.
Sementara desktop AiO FLEX 20, juga dilengkapi dangan layar HD+ 19,5 inci. PC ini dapat digunakan untuk memainkan multiplayer game hingga empat orang pemain.  Uniknya, PC AiO ini bisa diubah dalam pisisi stand dan table.

Pada posisi stand, PC bisa dimiringkan dengan sudut kemiringan antara 15 hingga 79 derajat. Sedangkan pada posisi table, antarmuka pada layar menjadikan PC ini dapat digunakan multi-game dan multi pemain. FLEX 20 juga dilengkapi aksesoris yang sifatnya opsional, seperti joystick untuk permainan fishin joy dan stikert untuk bermain air hockey.   

FLEX2 14, merupakan notebook dengan layar berukuran 14 inci, yang menawarkan kemampuan dua mode yang dapat diputar hingga 300 derajat, sehingga memberikan pengalaman komputasi, sekaligus multimedia yang lebih baik.

Menurut Hero Chandra, product manager for consumer notebook Lenovo, laptop FLEX2 14, selain dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5-4210U (1,7 GHz dengan Turbo Boost hingga 2,7 GHz, juga mengusung grafis NVidia GeForce GT840 2 GB. Sementara pada layar, menggunakan FHD IPS Multi-Touch (slim), yang dapat menghasilkan gambar game dan tampilan video berjalan dengan cepat dan mulus.

“FLEX2 14 juga mengusung teknologi Dolby Advanced Audio v2, sehingga menghasilkan suara yang lebih jernih dan konsisten tanpa ada distorsi,” terang Hero.

Sementara Lenovo Y50 dan Y70, merupakan notebook gaming yang dilengkapi prosesor Intel Core i7 generasi keempat. Sementara utuk system operasi menggunakan Windows 8.1. Sedangkan untuk grafisnya, menggunakan NVidia GeForce GTX860M 4 GB DDR5.

Dengan dukungan layar Full HD display 1920x1080, membuat tampilan gambar, photo ataupun video animasi berkualitas tinggi menjadi lebih tajam, disbanding yang lainnya.

Menurut Hero, dari segi harga, jajaran PC yang ditawarkan kali ini cukup kompetitif. Untuk Lenovo N300 dan FLEX2 14 yang saat ini sudah ada dipasaran, ditawarkan masing-masing dengan harga Rp 6,9 juta dan Rp 8,9 juta. Sementara untuk FLEX 20 ditawarkan dengan harga Rp 13,69 juta. Sedangkan notebook Y50 dan 70 yang baru tersedia pada pertengan September 2014, masing-masing ditawarkan dengan harga Rp 14,99 juta,

Bermain Game, Bantu Anak Belajar Bahasa Inggris

Jika ada sebagian orang yang memandang, bermain video game lebih banyak pengaruh negatifnya pada anak-anak, mungkin ada benarnya. Karena anak yang 
 kecanduan video game, biasa menjadi lupa waktu, malas belajar, dan lain sebagainya. 

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, sebenarnya industri game sudah membuktikan dengan pasti beragam efek positif yang mampu di hasilkan lewat serangkaian penelitian yang ada. 

Penelitian terbaru dari University of Gothenburg dan Karlstad University membuktikan, ada sisi positif yang bisa didapatkan anak-anak saat bermain video game. Mereka akan memiliki kosa kata bahasa asing, terutama Inggris lebih banyak dari anak lain yang tidak bermain game. 

Salah satunya, bermain game dianggap berhasil membangun emosi yang lebih positif dan kematangan otak yang lebih, baik pada anak maupun orang dewasa.

Dan penelitian terbaru yang dilakukan University of Gothenburg dan Karlstad University membuktikan adanya pengaruh positif lain pada anak-anak yang gemar bermain game. Penelitian yang dilakukan terhadap 76 anak-anak berumur 10 -11 tahun membuktikan, anak-anak yang gemar bermain game akan memiliki kosa kata dalam bahasa Inggris yang jauh lebih luas, dibandingkan anak-anak lain yang tidak suka bermain game.

Fenomena seperti ini, kemungkinan besar juga terjadi pada anak-anak yang gemar bermain video game di Indonesia. Tapi mungkin orang tua tidak pernah meyadari kemampuan yang dimiliki mereka setelah larut dalam permainan gamenya.

Jadi, inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa sebagian besar gamer di Indonesia biasanya memiliki ciri-ciri kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik. Karena semakin kompleks, semakin banyak teks, semakin banyak percakapan dalam sebuah game, semakin banyak pula kosakata bahasa Inggris yang bisa diserap.

Game MMORPG

Tapi tentu saja tidak semua jenis atau sembarang video game yang mampu memberikan dampak positif tersebut. Sebab dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa hanya game-game yang memuat lebih banyak interaksi kalimatlah yang paling besar memberikan sumbangan pada kemampuan anak dalam memiliki kosa kasa bahasa Inggris.

Penelitian University of Gothenburg dan Karlstad University  menyebutkan, game MMORPG merupakan salah satu genre game yang paling efektif dalam mendukung kemampuan anak tersebut. Terlebih, karena dalam permainan game ini anak atau pemain dituntut untuk  berinteraksi secara langsung dengan pemain lain. Genre ini memaksa gamer untuk mengerti apa yang tengah dibicarakan, membaca apa yang ditulis, dan berinteraksi dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Penelitian ini mungkin hanya menyebutkan MMORPG, sebagai salah satu genre game yang mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para pemainnya. Tapi bagi sebagian besar gamer yang sempat mencicipi game RPG – Barat maupun Jepang di masa lalu, tentu telah merasakan efek signifikan yang sama dengan hasil penelitian tersebut. (***)

Jumat, 06 September 2013

Mencari Kadilan Atas Putusan MA

Putusan hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan Asian Agri Group (AGG) membayar denda pajak sebesar Rp2,519 triliun, selain tidak rasional juga  dirasakan sangat memberatkan bagi perusahaan. 


Bukan bermaksud ingin mendapatkan perlakuan khusus dan lari dari tanggung jawanya, pihak manajemen pun terus berjuang mendapatkan keadilan atas putusan MA tersebut.

Keberatan terdapap vonis MA tersebut sebelumnya dilontarkan oleh Freddy Widjaya, general manager (GM) Asian Agri di Pangkalan Kelinci, Palelawan, Riau belum lama ini. “Kami keberatan atas putusan MA tersebut. Walau begitu, kami tetap komit pada Indonesia dan tidak mungkin menolak Ditjen Pajak. Kami juga tidak mau perlakuan khusus, yang kami inginkan hanya perlakuan hukum yang adil," ucap Freddy.

Menurut dia, kasus pajak yang menimpa perusahaannya lebih bernuansa politik, tidak lagi murni sebagai kasus pajak. Karena secara logika, tidak mungkin Asian Agri membayar pajak lebih besar dari PT Astra Agro Lestari (AAL) yang memiliki bisnis kelapa sawit terbesar. “Asian Agri kan hanya nomer 2 di bawah Astra. Jadi tidak mungkin kami membayar pajak lebih besar (dari Astra-red)," terangnya.

Selain itu, selama periode 2002 – 2005, total penghasilan bersih AAG hanya mencapai Rp1,24 triliun. Dengan demikian, jika pajak yang dikenakan sebesar Rp1,25 triliun, maka artinya tarif pajak yang dikenakan adalah 100 persen. “Namun kami akan tetap kooperatif, sambil tetap melakukan PK," kata Freddy.

Sebagaimana diketahui, pada akhir 2012 lalu pengadilan kasasi MA memutuskan mantan manajer pajak Asian Agri, Suwir Laut, bersalah dan dihukum pidana penjara dua tahun dengan masa percobaan selama tiga tahun.

Selain itu, MA memutuskan 14 perusahaan yang tergabung dalam Asian Agri Group (AAG), yang pengisian SPT tahunannya diwakili terdakwa, wajib membayar sejumlah 2 x Rp1.259.977.695.652, yaitu menjadi Rp2.519.955.391.304 secara tunai dalam waktu satu tahun ke depan.

Dengan kata lain, putusan tersebut merupakan perkara penggelapan pajak yang diputuskan sebagai corporate liability (pertanggung jawaban perusahaan), dimana perusahaan bertanggung jawab atap perbuatan pidana pegawainya.

Tidak Lazim dan Kacaukan Proses Hukum

Di kalangan praktisi dan pakar hukum sendiri, putusan MA yang mewajibkan Asian Agri membayar pajak sebesar Rp 2,5 triliun, mendapat banyak kritikan. Pakar hukum pidana Indrianto Senoadji misalnya. Menilai, putusan MA tersebut merupakan keputusan yang tidak lazim dan satu-satunya di dunia. Sebab, persoalan pajak bersifat lex specialist dan hanya bisa diputuskan oleh orang-orang pajak yang sangat mengerti betul mengenai seluk beluk perpajakan.

”Jadi sangat tidak rasional orang di luar pajak tiba-tiba mengerti dan menjatuhkan putusan atas denda pajak terhadap Wajib Pajak (WP), tandas Indrianto pada sebuah kesempatan.

Menurut dia, MA tidak tepat dalam memvonis bayar denda pajak Rp2,5 triliun terhadap perusahaan perkebunan Asian Agri, berkaitan putusan perkara pidana terpidana Suwir Laut yang dihukum 2 tahun penjara dalam kasus pajak.

“Asian Agri bukan subyek pidana dalam kasus terpidana Suwir Laut, sehingga tidak dapat dikenakan hukuman pidana berupa denda maupun ganti kerugian. Putusan itu sangat keliru dalam penerapan hukumnya,” papar dia.

Wakil Ketua Komite Tetap Pajak Kadin itu juga menilai, dalam banyak kasus sengketa pajak, putusan pengadilan pajak kerap subyektif. “Jangankan MA, keputusan  yang ditetapkan  pengadilan pajak kerap subyektif. Ini karena banyak putusan ditetapkan hanya dengan mengacu kepada pendapat pegawai pajak yang juga belum tentu mempunyai pengetahuan pajak yang mumpuni,” kata Prijohandojo.

Sementara pakar hukum pidana Chaerul Huda berpendapat, putusan majelis hakim MA yangt menghukum AAG membayar denda triiliunan rupiah itu bisa berdampak pada kekacauan tatanan proses hukum.

Pasalnya, kesalahan yang dilakukan oleh karyawan, tidak seharusnya perusahaan yang juga menerima hukuman. "Ini menimbulkan kekacauan, karena ini kasus pertama karyawan yang menjadi terpidana, tapi perusahaan yang dihukum," tegas Chaerul.

Menurut dia, MA dan Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan ‘akrobatik’ hukum dengan menghukum sebuah korporasi. Padahal yang bersalah adalah seorang karyawan.

Dia juga berpendapat, jika Asian Agri tidak membayar denda yang diperintahkan majelis hakim tersebut, maka tidak ada yang bisa ditahan sebagai pengganti hukuman (subsider).

Sementara pakar hukum Romli Atmasasmita menilai, keluarnya putusan MA yang mewajibkan AAG  membayar denda pajak sangat aneh. "Kasus ini aneh karena Asian Agri Group tidak pernah didakwa sebelumnya. Yang didakwa Suwir Laut, yang mantan Manager Pajak Asian Agri yang kini divonis 2 tahun penjara," kata Romli.

Guru Besar Unpad Bandung itu menyatakan kasus Asian Agri bukan korupsi pajak melainkan pidana pajak. Dimana dalam Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP) Tahun 1983, yang bisa dikenai dakwaan korupsi pajak adalah petugas pajak (fiscus) bukan wajib pajak.

"Apalagi ini wajib pajaknya sudah kooperatif dengan bersedia membayar denda. Pengadilan harus memutuskan suatu perbuatan yang didakwakan kepada seseorang, dalam hal ini Suwir Laut, bukan Asian Agri Group," tandas Romli.

Dia juga mengungkapkan, dalam kasus ini telah terjadi error in persona atau suatu dakwaan atau gugatan dialamatkan kepada orang yang salah. Oleh karena itu, aset perusahaan tidak boleh disita karena tidak terkait. Selain itu, putusan tersebut juga non executable atau tidak berdasar. Karena dari 14 perusahaan yang bernaung di bawah AAG, 8 diantarnya telah membayarkan pajaknya. Sementara 6 perusahaan lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Ramli lebih jauh mengatakan, situasi dilematis seperti ini bisa menjadi ancaman bagi iklim usaha di Indonesia. Karena dengan kasus ini membuat pengusaha takut berinvestasi, akibat tidak adanya ketidakpastian hukum.

Sementara menurut mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Machfud Sidik, kasus pajak Asian Agri bukan tergolong dalam kasus pidana, melainkan kasus administrasi pajak. Dimana kalau pajak beserta dendanya sudah dibayarkan oleh penunggak pajak, maka kasusnya dianggap selesai.

"Kalau melihat urutannya dari pengadilan pajak sampai ke MA, itu merupakan kasus administrasi pajak. Jadi kalau Asian Agri sudah membayar pajak berikut dendanya, ya kasus itu dianggap selesai," jelas Mahfud.

Tidak Masuk Akal

Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, sanksi denda dan pembayaran pajak Asian Agri sangat tidak masuk akal. Karena bagaimana mungkin Asian Agri menggelapkan pajak sebesar Rp1,25 triliun yang sama dengan pendapatannya pada tahun bersangkutan (2002 2005-red). “Ini tidak rasional dan berpeluang untuk ditinjau kembali.”

Menurut Faisal, untuk menghindari sentimen pihak-pihak tertentu, seharusnya perhitungan atas pajak Asian Agri tersebut mengacu kepada laporan keuangan perusahaan. Bukan hanya berdasarkan laporan orang atau pihak tertentu.

Dia menduga, seperti juga terjadi dalam banyak sengketa pajak -- ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik untuk menyalahkan wajib pajak. Karena itu, harus dilihat latar belakang permasalahan dan melihat latar belakang orang-orang yang memutuskannya.


Asian Agri masih jauh lebih baik dibandingkan kebanyakan perusahaan sawit lainnya. Karena merupakan salah satu pembayar pajak yang cukup besar. Masih banyak perusahaan sawit besar yang malah membayar pajak dengan nilai sangat kecil,” tambahnya
(***)

Rabu, 04 September 2013

Wharton GFDP Gerbang Peneliti Masuki Pergaulan Global



Penulisan di jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional, seharusnya wajib hukumnya bagi para dosen dan peneliti di perguruan tinggi. Karena hal ini bisa menjadi pintu masuk dalam pergaulan akademisi global.

Tapi untuk mendapat kesempatan agar makalah ilmiah kita diterima dan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, tentulah bukan perkara mudah. Terlebih untuk jurnal internasional, tentunya banyak kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyusunan karya ilmiah tersebut.

Sadar akan kenyataan ini, Tanoto Foundation International (TFI) menggandeng The Wharthon School of the University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) untuk menyelenggarakan Wharton Global Faculty Development Program (WGFDP). Program pelatihan ini ditujukan bagi para dosen dan peneliti dari kawasan Asia, Eropa dan Afrika untuk belajar membuat karya ilmiah yang sesuai dengan standar dan kriteri jurnal internasional.

Menurut Anderson Tanoto, anggota Dewan Pembina TFI, pihaknya berkomitmen untuk mendukung perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 
“Salah satu dukungan itu melalui Tanoto Initiative at the Wharton School. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara Wharton School dan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan,” kata Anderson.

Anderson berpendapat, Indonesia dengan populasi terbesar keempat di dunia, dan merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN seharusnya memprioritaskan pendidikan. “Indonesia adalah lahan yang subur untuk riset kelas dunia tentang bisnis di Asia serta untuk pengembangan akademik di bidang kepemimpinan bisnis.”

Dia juga mengungkapkan, Tanoto Foundation telah memberikan lebih dari 20.000 beasiswa  dan fasilitas pendidikan yang meluluskan lebih dari 27.000 pelajar dari berbagai tingkat pendidikan. Tanoto Foundation juga mengembangkan 60.000 hektar Community Livehood Plantations dan menciptakan lebih dari 1.800 lapangan pekerjaan untuk masyarakat di perdesaan melalui program Usaha kecil dan Menengah (UKM).
  
Belajar dari Ahlinya

Tahun ini penyelenggaraan WGFDP dikuti oleh 16 peserta yang merupakan perwakilan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia, Eropa dan Afrika. Dari Indionesia terpilih dua perwakilan, yaitu dari Universitas Indonesia (UI) yang diwakili oleh ketua Laboratorium Studi Manajemen, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi (FE UI) Aryana Satrya. Sementara satu lagi dari Universitas Gajah Mada yang diwakili oleh Deputi Direktur Bidang Pelatihan Fakultas Ekonomi UGM Nurul Indarti.

Menurut Aryana, selain berbagi ilmu dan pengalaman ilmiah dengan para peneliti dari berbagai negara, para peserta berkesempatan untuk bertemu dan mendapatkan ilmu langsung dengan para  professor dari Wharton yang terbiasa dan piawai dalam menulis artikel di jurnal-jurnal akademik internasional.

“Ini merupakan pengalaman berharga. Kami mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai bagaimana menulis sebuah artikel ilmiah yang baik dan sesuai standar sebuah jurnal ilmiah internasional,” papar Aryana.

Sementara itu, Nurul berpendapat, pelatihan itu memberikan pengayaan dan menambah wawasan kepada peserta mengenai teknik penulisan jurnal internasional. Apalagi, kata Nurul, para pengajarnya adalah tujuh  profesor Wharton School yang merupakan penulis manajemen kelas dunia.

“Mereka adalah penulis-penulis terbaik di sejumlah jurnal manajemen internatsional seperti, Academy of Management Journal, Administrative Science Quarterly, Strategyic Management Journal, dan Organization Science,” kata Nurul.

Baik Aryana maupun Nurul mengatakan, penulisan  jurnal ilmiah yang baik, selain didukung dan mengungkap  data-data yang otentik, juga harus terbuka terhadap kritik dan masukan pihak lain. “Itu pula yang dilakukan oleh para professor hebat tersebut,” kata Aryana.

Pengalaman dan pengetahuan ini, lanjut Aryana, akan dibagikan dengan rekan-rekan peneliti di UI. Khususnya dalam menyusun jurnal ilmiah. ”Termasuk juga bagaimana masukan dan tips-tipsnya. Ini juga akan saya terapkan dalam mengelola jurnal ilmiah yang dimiliki UI, khususnya jurnal South East Asian Management (SEAM) yang sudah diakui di kalangan peneliti internasional”.

Bangun Jejaring Internasional

Aryana dan Nurul juga menilai, keikutsertaan mereka dalam pelatihan WGFDP 2013 ini, selain memberikan pengalaman dan manfaat berharga, juga membuka peluang mereka membangun jejaring dengan kalangan peneliti internasiuonal. Sehingga memungkinkan bagi para peneliti dan kalangan akademisi Indonesia untuk melaksanakan penelitian bersama-sama dengan para peneliti lain dari luar negeri.

“Dengan adanya jejaring ini, di masa mendatang para peneliti dari UI maupun UGM bisa bekerjasama dengan peneliti-peneliti dari negara lain, untuk melakukan penelitian bersama,” tambah Aryana. (****)