Sabtu, 03 November 2012

Pemprov DKI akan Bangun Jalan di Atas Tanggul Raksasa

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarata akan terus membangun ruas jalan guna mengejar ketertinggalan dari pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan. Saat ini ruas jalan di Jakarta hanya sekitar 6,2% dari total luas wilayah ibukota yang mencapai 662 kilometer persegi.

Deputi Gubernur bidang Transportasi, Perdagangan, dan Industri DKI Jakarta Sutanto Suhodho, mengungkapkan hak itu dalam diskusi publik mengenai pembangunan infrastruktur dan transportasi Jakarta yang diselenggarakan oleh sebuah media nasional, di Hotel Sultan, Jakarta. 

“Di kota-kota besar di dunia, seperti Singapura misalnya, luas jalannya mencapai hingga 15%. Untuk itu, Pemprov DKI akan menambah ruas jalan dengan membangun 6 ruas tol dalam kota dan ruas jalan lainnya,” jelas Sutanto.

Menurut dia, untuk mencukupi ketersedian rasio ruas jalan raya sebesar 1% di DKI Jakarta maka paling tidak dibutuhkan lahan yang luasnya setara dengan areal Monumen Nasional (Monas). Padahal untuk mendapatkan lahan seluas itu, bukanlah perkara yang mudah. Karena akan terbentur dengan masalah pembebasan lahan dan ketersediaan areal terbuka hijau.  

Karena itu, terang Sutanto, yang paling memungkinkan adalah membangun ruas-ruas jalan tersebut di sepanjang tanggul raksasa yang akan dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta di pantai utara Jakarta.

Dia juga mengungkapkan, ke depan Pemprov DKI akan fokus pada penyediaan sarana dan prasarana transportasi publik. Sebab, hanya dengan penyediaan transportasi publik, kemacetan di Jakarta bisa terurai.

“Tapi untuk pembangunan infrastruktur transportasi publik tentu membutuhkan dana besar, dan tidak cukup mengandalkan APBD. Sehingga perlu dicarikan pihak ketiga sebagai investor,” tambahnya.

Sutanto menjelaskan, tiap hari jumlah kendaraan pribadi yang melintasi jalan di Jakarta saat ini mencapai ribuan. Ini membuat kepadatan jalan makin parah. Kondisi itu, lanjutnya, disebabkan rendahnya gairah penduduk Jakarta untuk menggunakan transportasi umum.

Padahal, tambah dia, setiap hari terdapat sedikitnya 20 juta aktivitas perjalanan manusia di Jakarta. Karenanya yang juga mendesak untuk dibangun adalah pembangunan infrastruktur transportas, khususnya untuk moda transportasi yang lebih baik, seperti Mass Rapid Transit (MRT). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar